JAKARTA – Survei terbaru yang dirilis lembaga Indekstat menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keyakinan publik terhadap masa depan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdasarkan latar belakang pendidikan.
Meski secara nasional tingkat kepercayaan masyarakat mencapai 82,6 persen, kelompok sarjana atau kaum intelektual tercatat paling kritis, dengan tingkat keyakinan hanya 74,74 persen.
Baca Juga: Tapanuli Tengah Terapkan Pembelajaran Menyenangkan Pascabencana, Sekolah Jadi Lebih Kreatif dan Tangguh Sementara 19,75 persen dari kelompok ini menyatakan sangat tidak yakin pemerintah akan membawa Indonesia lebih baik ke depan.
Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, menjelaskan perbedaan tersebut menunjukkan pengaruh pendidikan terhadap persepsi publik.
Survei ini melibatkan 1.200 responden acak di seluruh Indonesia berusia minimal 17 tahun, dengan margin error 2,9 persen, dan dilakukan 11–25 Januari 2026 secara tatap muka.
"Kelompok sarjana cenderung lebih kritis terhadap pemerintah," ujar Ali dalam rilis daring, Sabtu (21/2/2026).
Hasil survei juga menunjukkan tren keyakinan publik berdasarkan jenjang pendidikan:
- Lulusan SMA: 79,8 persen yakin dengan pemerintahan Prabowo-Gibran, 17,69 persen tidak yakin.- Lulusan SMP: 84,5 persen yakin, 13,84 persen pesimis.- Lulusan SD: Menjadi kelompok paling optimistis, dengan 87,12 persen responden yakin pemerintahan akan membawa Indonesia lebih baik, dan hanya 7,41 persen yang tidak yakin.
Data ini menunjukkan bahwa meski tingkat kepercayaan secara keseluruhan tinggi, kelompok intelektual cenderung lebih skeptis dan mengawasi kinerja pemerintah secara kritis.
Ali Mahmudin menekankan bahwa hasil survei ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menyusun strategi komunikasi publik, khususnya dalam merespons harapan masyarakat yang lebih kritis.*
(tt/ad)