TAPSEL — Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa nyaman tinggal di hunian sementara (huntara) yang disediakan pemerintah pasca-bencana.
Meski begitu, kerinduan terhadap rumah dan kampung halaman tetap melekat di hati mereka.
Robiah, salah seorang pengungsi, mengungkapkan perasaannya kepada media, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Jaminan Hidup untuk Korban Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan "Suasananya sama-sama menjalankan puasa, tapi perasaan dan hati tetap ingat rumah dan kampung," ujarnya.
Di huntara, warga difasilitasi dengan dapur umum, sehingga kegiatan memasak berbuka puasa dilakukan secara kolektif.
Robiah menceritakan, meski masakan buka puasa kini disiapkan bersama-sama, rasanya berbeda dibandingkan ketika memasak di rumah masing-masing.
"Memang masak bukaan puasa sesuai selera masing-masing, tapi sekarang dimasak di dapur umum beramai-ramai," kata Robiah.
Ia menambahkan, meski jauh dari rumah, warga belajar untuk tetap bersyukur dan menikmati keadaan agar kesehatan dan semangat tetap terjaga.
"Hujan emas di kampung orang, hujan batu di kampung sendiri, tetap memilih kampung sendiri," ucap Robiah.
Kehadiran bulan suci Ramadan juga menjadi pengingat bagi warga untuk tetap menjaga tradisi dan kenangan di kampung halaman.
Mereka berharap suatu hari bisa kembali ke rumah masing-masing dengan kondisi yang lebih baik.
Bantuan hunian sementara dan fasilitas dapur umum ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah untuk meringankan beban korban bencana.