JAKARTA – Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan, meluncurkan Kartu Stop Work Authority (SWA) sebagai langkah strategis memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan operasi hulu migas.
Peluncuran dilakukan pada penutupan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026), setelah serangkaian kegiatan serentak sejak 15 Januari 2026 di seluruh wilayah operasi PHI di Kalimantan dan kantor pusat Jakarta.
Komitmen Keselamatan Tanpa Tawar-menawar Baca Juga: Menaker Yassierli Minta Anggota Serikat Pekerja Kantongi Minimal Satu Sertifikat Keahlian Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan implementasi SWA adalah bukti nyata bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama.
"Kartu SWA memberikan kewenangan kepada setiap pekerja untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan perilaku atau kondisi tidak aman, tanpa ada konsekuensi terhadap penilaian kinerja. Tidak ada yang lebih berharga dibandingkan keselamatan jiwa manusia," ujarnya.
Dalam industri hulu migas, pekerjaan seperti pengeboran, lifting, konstruksi fasilitas produksi, hingga perawatan sumur menuntut kewaspadaan tinggi.
Dengan SWA, setiap individu, tanpa memandang jabatan, memiliki hak untuk mencegah potensi insiden, sejalan dengan implementasi Corporate Life Saving Rules (CLSR) dan HSSE Golden Rules di lapangan.
Budaya "Saling Peduli, Berani STOP Demi Selamat"
Sunaryanto mendorong seluruh pekerja menginternalisasi lima langkah praktis dalam SWA serta semangat TEMAN KARIB (Tegur jika Saya Tidak Aman, Kajian Risiko Pribadi), yang menjadi identitas kerja kolektif.
Budaya ini diharapkan menumbuhkan lingkungan kerja yang aman, kolaboratif, dan proaktif terhadap risiko.
Ekosistem K3 Profesional dan Kolaboratif
Mengusung tema nasional "Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif", PHI menggelar beragam kegiatan lintas fungsi, termasuk Forum HSSE Mitra Kerja, webinar risiko iklim dan bencana hidrometeorologi, pelatihan Basic Life Support, Hazard Hunt, APAR Challenge, hingga kompetisi internal berbasis HSSE.