MEDAN – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Resor Militer 023/Kawal Samudera bergerak cepat melakukan penanganan darurat pascabanjir bandang susulan yang terjadi pada 16 Februari 2026 di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Langkah tersebut difokuskan pada pemulihan infrastruktur vital dan pembukaan akses transportasi yang terputus.
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia, prioritas utama diarahkan pada penguatan tanggul yang jebol, terutama di aliran belakang Sekolah Hutanabolon 2 dan Gereja HKBP di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Baca Juga: Warga Lopian Desak Tanggul Permanen, Bobby Nasution Tinjau Lokasi Banjir Tapteng Kerusakan tanggul sebelumnya menyebabkan luapan air dan membentuk aliran baru yang mengarah ke jalan utama serta permukiman warga.
Di sektor konektivitas, prajurit TNI melakukan penimbunan dan perbaikan ruas jalan Pandan–Tukka yang sempat terputus akibat tergerus air.
Akses di jalur Pandan–Pinangsori juga dibuka kembali setelah tertutup lumpur dan material kayu yang terbawa arus banjir.
Upaya serupa dilakukan di jalur Rampah–Puriaha kilometer 14 dan 20 di Desa Marsame, serta ruas Tarutung–Sibolga di Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara. Sebelumnya, akses di kawasan tersebut tertutup longsoran tanah.
Seluruh proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan faktor keselamatan dan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah serta instansi terkait.
Selain memperbaiki infrastruktur, personel TNI juga membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak banjir agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung.
TNI menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
Banjir bandang susulan ini dilaporkan merusak sejumlah fasilitas umum dan mengganggu mobilitas warga di beberapa titik di Sumatera Utara.*
(dh)