SERANG — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten menorehkan sejarah baru bagi pers Indonesia.
Peletakan batu pertama pembangunan Museum Media Siber Indonesia di Kota Serang menjadi momen penting dalam upaya mendokumentasikan perjalanan dan kontribusi pers digital nasional.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Wakil Gubernur Banten, anggota Dewan Pers, serta Ketua SMSI Provinsi se-Indonesia. Turut hadir pula tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat umum.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Washington DC, Siap Hadiri Tiga Agenda Strategis Ketua Umum SMSI menekankan bahwa pembangunan museum ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pembangunan memori kolektif pers digital Indonesia.
"Museum Media Siber Indonesia akan menjadi pusat edukasi, literasi media, dan refleksi perjalanan pers siber dari masa ke masa," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten menyatakan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap proyek ini. Menurutnya, museum tersebut akan memperkuat posisi Banten dalam sejarah pers nasional.
Muhammad Jazuli, anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, menilai museum ini penting untuk menjaga etika dan profesionalisme pers di era digital.
"Pers siber berkembang sangat cepat. Museum ini menjadi ruang pembelajaran etika, tanggung jawab, dan profesionalisme jurnalistik bagi generasi pers mendatang," jelasnya.
Yogi Hadi Ismanto, anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers periode 2025–2028, menambahkan bahwa pendataan dan dokumentasi sejarah pers siber harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
"Museum ini akan menjadi pusat dokumentasi perjalanan pers digital nasional sekaligus referensi penting bagi penguatan ekosistem pers yang sehat dan terverifikasi," kata Yogi.
Peletakan batu pertama Museum Media Siber Indonesia merupakan salah satu agenda strategis HPN 2026, setelah sebelumnya diresmikan Monumen Media Siber Indonesia.
Rangkaian ini menegaskan bahwa HPN 2026 tidak hanya seremonial, tetapi meninggalkan warisan nyata bagi pers nasional.*