BENER MERIAH – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyerahkan 226 unit hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat akibat bencana hidrometeorologi November 2025 lalu.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tagore Abubakar di Aula Pendopo Bupati, Selasa (17/2/2026).
"Bantuan ini menjadi langkah krusial agar masyarakat memiliki tempat tinggal layak selama masa transisi pasca-bencana," ujar Tagore. Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pemulihan seluruh warga terdampak.
Baca Juga: Tarawih Awal Ramadan di Banda Aceh Ramai, Al Yasa’ Abubakar Soroti Perbedaan Penetapan Setiap kepala keluarga yang menempati huntara tidak hanya menerima bangunan fisik, tetapi juga paket bantuan komprehensif.
Bantuan mencakup jaminan hidup Rp 15.000 per orang per hari selama tiga bulan, stimulan pemberdayaan ekonomi Rp 5 juta per KK, dan beras 10 kilogram per bulan. Selain itu, setiap keluarga menerima dana tambahan Rp 3 juta untuk perlengkapan huntara, serta kompor, matras, dan selimut dari BNPB.
Tidak hanya aspek material, pemerintah juga menekankan perhatian pada sisi sosial-budaya. Tagore menyebutkan, pembagian daging Meugang di kampung terdampak dimaksudkan untuk meringankan beban psikologis warga.
"Banyak dampak yang terjadi akibat bencana ini, tetapi bantuan terus berdatangan. Pemerintah akan selalu hadir dan memberikan kepedulian penuh untuk para korban," kata Tagore.*(k/dh)