JAKARTA – Umat Muslim di berbagai negara bersiap menyambut Ramadan 1447 Hijriah.
Tahun ini, durasi puasa di belahan bumi utara terbilang lebih singkat dibanding musim-musim sebelumnya.
Beberapa negara bahkan hanya berpuasa sekitar 11 jam, fenomena yang dipengaruhi musim dingin dan posisi matahari.
Baca Juga: Dari Turkiye hingga Timor-Leste: 10 Negara Ini Berubah Nama dalam 20 Tahun Terakhir, Apa Alasannya? Penentuan awal Ramadan tahun ini berbeda-beda, bergantung pada hasil pengamatan hilal di masing-masing negara.
Sebagian negara memulai puasa pada 18 Februari 2026, sementara yang lain pada 19 Februari 2026.
Perbedaan ini berimbas langsung pada panjang pendeknya durasi puasa, yang ditentukan dari waktu terbit hingga terbenam matahari.
Durasi Puasa Terpendek di Belahan Utara
Di kawasan Eropa dan Asia Utara, di mana Ramadan bertepatan dengan musim dingin, durasi siang lebih pendek sehingga waktu berpuasa ikut berkurang.
Beberapa negara dengan durasi puasa terpendek antara lain:- Prancis (Paris) – 11 jam 33 menit- Islandia (Reykjavik) – 11 jam 42 menit- Denmark/Greenland (Nuuk) – 11 jam 42 menit- Finlandia (Helsinki) – 11 jam 44 menit- Rusia (Moskow) – 11 jam 44 menit
Fenomena ini kontras dengan puasa saat Ramadan jatuh pada musim panas, ketika siang hari di belahan utara bisa berlangsung hingga 18 jam.
Belahan Bumi Selatan Justru Lebih Panjang
Sebaliknya, negara-negara di belahan bumi selatan menikmati durasi puasa lebih panjang karena sedang memasuki musim panas.