TAPSEL – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi 245 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Pembangunan ditargetkan rampung sepekan setelah Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Kurniawan, mengatakan huntara di Sumut hanya dibangun di Tapsel.
Baca Juga: Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Kota Padang Gelar Salat Tarawih Pertama Malam Ini Saat ini, terdapat 21 blok huntara yang tengah dikerjakan untuk menampung 245 KK.
"Yang sekarang dibangun itu totalnya 21 blok. Itu 21 blok itu ada untuk menampung 245 KK," kata Kurniawan saat mendampingi Menteri PU di Tapsel, Senin (16/2/2026).
Menurut Kurniawan, progres pembangunan huntara saat ini mencapai 70 persen.
Pihaknya menargetkan huntara rampung pada minggu pertama puasa, meskipun awalnya direncanakan selesai di awal Ramadan.
Beberapa kendala, seperti cuaca dan keterbatasan material, sempat memperlambat pengerjaan.
Setiap huntara dilengkapi fasilitas yang memadai, termasuk musala, gedung serbaguna, lapangan olahraga, ruang permainan anak, WC, dan dapur umum.
Di dalam kamar, para korban bencana akan mendapatkan perabot lengkap, seperti tempat tidur, lemari, dan kipas angin.
"Nyaman banget. Secara ketahanan, materialnya diperkirakan bisa bertahan 20 sampai 30 tahun," jelas Kurniawan.
Huntara ini menjadi solusi darurat yang dirancang agar korban bencana bisa menempati hunian yang aman, nyaman, dan layak huni selama proses pemulihan pascabencana.*