BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri peresmian pesawat simulasi dan Gedung A2 Grand Misfalah di Asrama Haji Kelas I Aceh, Minggu (15/2).
Fasilitas ini dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025 untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji di Aceh.
Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian dan Wagub Aceh Fadhlullah Serahkan Bantuan Rumah Rusak Bencana di Aceh Tamiang, Pastikan Transparansi dan Akuntabilitas Acara ini turut disaksikan Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Direktur Utama Citilink, anggota DPR RI, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah kota Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Fadhlullah menekankan bahwa pesawat simulasi ini merupakan wahana manasik pertama di Indonesia yang menggunakan badan pesawat asli.
"Fasilitas ini memberikan pengalaman nyata bagi jamaah dalam memahami proses penerbangan dan prosedur keselamatan," kata Fadhlullah.
Fadhlullah menambahkan, Gedung A2 Grand Misfalah diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemondokan dengan standar layanan lebih baik dan nyaman bagi calon jamaah haji.
Ia juga menautkan peresmian fasilitas ini dengan sejarah perjuangan rakyat Aceh pada masa Agresi Militer Belanda 1947-1948.
Menurut Fadhlullah, Aceh pernah berperan penting dalam pengadaan pesawat Dakota DC-3—cikal bakal Indonesian Airways, yang kemudian berkembang menjadi Garuda Indonesia—melalui penggalangan dana rakyat Aceh yang dipimpin GASIDA.
Pesawat tersebut dikenal dengan nama Seulawah RI 001.
Selain itu, Wagub Aceh menyoroti kondisi transportasi udara dari dan ke Aceh, terutama tingginya harga tiket rute Aceh–Jakarta.
Ia meminta maskapai menyesuaikan harga agar lebih terjangkau.