ACEH TENGAH – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyerahkan 252 unit hunian sementara (huntara) kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (15/2/2026).
Penyerahan huntara dilakukan sebagai bagian dari masa transisi darurat menuju pemulihan.
BNPB sebelumnya telah menyalurkan bantuan dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak ringan dan sedang, serta Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang.
Baca Juga: Kapolres Pidie Jaya Hadiri Peresmian Huntara, 212 KK Terdampak Banjir dan Longsor Dapat Hunian Sementara "Sejak awal bencana kami sudah ada di sini. Ini sudah empat kali saya ke Aceh Tengah, dan dua kali harus tinggal di sini untuk memastikan seluruh proses berjalan optimal," kata Suharyanto.
Sebanyak 252 unit huntara tersebut tersebar di tiga kampung, yakni Kampung Serempah, Kampung Bintang Pepara, dan Kampung Burlah.
Hunian sementara bertipe komunal itu dilengkapi fasilitas pendukung seperti sumur bor air bersih, sistem sanitasi dan pembuangan limbah, serta jaringan listrik yang dapat digunakan secara cuma-cuma oleh penyintas.
Selain bangunan utama, BNPB juga menyediakan kebutuhan dasar bagi para penghuni, antara lain alas lantai, tikar, karpet, kasur, bantal, guling, dan selimut.
Untuk melengkapi perabotan rumah tangga, Kementerian Sosial Republik Indonesia akan memberikan dukungan tambahan sebesar Rp 3 juta per unit.
"Tidak hanya bangunan, kebutuhan dasar juga kami pastikan terpenuhi. Sementara untuk perabotan akan ada dukungan dari Kementerian Sosial," ujar Suharyanto.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan warga terdampak bencana sekaligus memastikan mereka memiliki tempat tinggal yang layak dan aman selama menunggu pembangunan hunian tetap.*
(oz/dh)