JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menargetkan sebanyak 8.000 personel dalam kondisi siap diberangkatkan ke Gaza untuk misi kemanusiaan paling lambat akhir Juni 2026.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Donny Pramono mengatakan, sekitar 1.000 personel ditargetkan siap pada awal April 2026, sementara keseluruhan kekuatan akan berada dalam status siaga penuh pada akhir Juni.
"Siap berangkat bukan berarti sudah berangkat, melainkan dalam kondisi siap diberangkatkan sewaktu-waktu," ujar Donny saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).
Baca Juga: Trump Marah! Presiden Israel Dituntut Beri Ampunan untuk Netanyahu Menurut dia, hingga kini TNI Angkatan Darat belum menerima keputusan politik negara terkait waktu pasti pengiriman pasukan ke Gaza. Rencana tersebut masih menunggu keputusan Presiden.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan.
Ia menyebut total kekuatan yang dipersiapkan bisa mencapai 20.000 personel, meski pelaksanaannya masih dalam tahap pembahasan.
Pemerintah, kata Prasetyo, tengah melakukan berbagai persiapan sambil menunggu tercapainya kesepakatan internasional.
"Kita baru mempersiapkan diri. Kalau sudah ada kesepakatan dan kita diminta mengirim pasukan perdamaian, itu akan kita lakukan," ujarnya.
Rencana pengiriman pasukan ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam misi perdamaian dan kemanusiaan internasional, di tengah konflik berkepanjangan di wilayah Gaza.*
(k/dh)