MEUREUDU, PIDIE JAYA — Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu mendampingi Pakor Polres Kombes Pol Thelly Iskandar Muda menghadiri peresmian dan penyerahan kunci Hunian Sementara (Huntara) kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Meureudu, Sabtu, 14 Februari 2026.
Kegiatan yang digelar di Gedung Media Center Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2025, Gampong Mayang Cut, menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Sebanyak 212 unit Huntara tahap I resmi diserahkan kepada 212 Kepala Keluarga (KK) masyarakat. Dari jumlah itu, 162 unit berasal dari Danantara dan 50 unit dari BNPB.
Baca Juga: Daur Ulang Sampah di Binjai, Contoh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat untuk Lingkungan Lebih Bersih Huntara yang berada di samping Markas PMI menampung 50 unit bagi warga Gampong Mesjid Tuha (5 KK), Meunasah Lhok (15 KK), Beurawang (15 KK), Mayang Cut (8 KK), dan Mayang Lancok (7 KK), dengan prioritas bagi lansia.
Sementara Huntara di kawasan Gedung MTQ sebanyak 162 unit diperuntukkan bagi warga Gampong Mesjid Tuha (14 KK), Meunasah Lhok (60 KK), Beurawang (35 KK), Mayang Cut (41 KK), dan Mayang Lancok (12 KK).
AKP Mahruzar Hariadi, Kasi Humas Polres Pidie Jaya, menegaskan kehadiran Polri untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan.
"Polri hadir untuk mendukung penuh proses pemulihan pascabencana, termasuk memastikan kegiatan peresmian dan penyerahan kunci Huntara berjalan aman, tertib, dan lancar," ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malaysia, unsur Forkopimda, Sekda Kabupaten Pidie Jaya, pimpinan instansi terkait, perwakilan perusahaan mitra pembangunan, para keuchik, serta masyarakat penerima manfaat.
Penyerahan Huntara ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal sementara yang layak bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi di Kabupaten Pidie Jaya.*
(dh)