PADANGSIDIMPUAN – Keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (DMBG) di Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, menimbulkan protes dari masyarakat setempat.
Warga mengeluhkan limbah buangan dapur yang diduga tidak dikelola secara tepat sehingga menimbulkan dampak lingkungan dan berpotensi menimbulkan penyakit.
Menurut laporan warga, sejak pembangunan dan operasional DMBG, aliran limbah langsung dibuang ke paret mesjid yang sempit dan tidak lancar, menyebabkan genangan air dan aroma tak sedap.
Baca Juga: Menkes Minta RS Tak Tolak Pasien Katastropik PBI Nonaktif, Ancam Beri Teguran dan Buka Kanal Pengaduan "Sudah beberapa kali kami laporkan, pihak pengelola hanya mengatakan akan diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan nyata," kata salah seorang tokoh masyarakat, Sabtu, 14 Februari 2026.
Warga juga menyayangkan respons Pemerintah Kota Padangsidimpuan. Saat dihubungi, Walikota H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes memberikan jawaban melalui pesan singkat TikTok yang dinilai tidak profesional dan tidak sesuai konteks masalah.
Kepala salah satu instansi Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan menyatakan, pihaknya tidak dilibatkan sejak awal pembangunan DMBG, sehingga saat muncul masalah limbah, instansinya merasa terjebak.
"Di mana pun tempat dapur ini berdiri, kami tidak pernah dikordinasikan atau diberitahu," ujarnya.
Masyarakat berharap agar pemerintah pusat maupun daerah, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Boby Afif Nasution, meninjau kembali program DMBG di wilayah tersebut.
Mereka juga meminta audit internal terhadap pengelola DMBG untuk memastikan operasional dapur tidak menimbulkan masalah baru bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola DMBG belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan warga.*
(dh)