JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengenang pengalaman menghadapi ejekan dan hinaan ketika pertama kali meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun lalu.
Menurutnya, kritik tajam justru datang dari kalangan terdidik, termasuk profesor-profesor ternama yang meragukan efektivitas program tersebut.
"Waktu saya lancarkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekin, saya dituduh macam-macam. Saya juga tak ngerti, bahkan yang banyak ejek adalah yang terdidik. Profesor-profesor terkenal ejek dan hina saya," kata Prabowo saat memberikan pidato dalam acara peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG serta 18 gudang ketahanan pangan Polri di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Kapolsek Denpasar Barat Sambangi Puri Agung Pemecutan, Perkuat Sinergi dengan Tokoh Adat Prabowo menegaskan, kritik yang menyatakan MBG hanya akan menghambur-hamburkan anggaran rakyat sangat disayangkan.
Ia menekankan bahwa program ini menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan gizi.
Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, yang menurut Prabowo setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan.
"Bagi mereka yang waktu kita baru mulai satu bulan sudah dihina dan diramalkan pasti gagal, ini adalah bukti bahwa niat baik kita membuahkan hasil nyata," ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa MBG merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia dan mendukung program ketahanan pangan nasional melalui SPPG Polri.*
(cn/ad)