JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik untuk tidak terus-menerus mempersoalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, program ini merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan dan menjaga stabilitas sosial.
"Kalau itu enggak ada, high economic growth enggak jadi. Jadi jangan protes. MBG memang buat masyarakat," ujar Purbaya dalam agenda Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Financial Hall, Jakarta, Kamis (12/2).
Baca Juga: UMKM Sumut Tercekik, Harga Aluminium Batangan Melonjak 20 Persen Menkeu menjelaskan, MBG dan program sosial lain menjadi salah satu instrumen yang menopang dua pilar utama pembangunan, yakni pemerataan dan stabilitas sosial-politik.
Tanpa kedua aspek ini, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak akan tercapai secara berkelanjutan.
"Orang masih bingung apa strategi ekonomi pembangunan Presiden Prabowo. Tapi yang saya terjemahkan ada tiga: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial," tambahnya.
Tahun ini, pemerintah menetapkan anggaran program MBG sebesar Rp355 triliun, terdiri atas Rp268 triliun dari APBN dan Rp67 triliun sebagai dana cadangan.
Anggaran ini meningkat signifikan dibandingkan 2025 yang hanya sebesar Rp71 triliun.
Peningkatan anggaran sejalan dengan target penerima manfaat yang mencapai 82,9 juta orang sepanjang 2026, meningkat dari 55,1 juta penerima pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh akses gizi yang cukup, sekaligus mendukung stabilitas sosial di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Program MBG juga menjadi indikator penting bagi publik untuk memahami arah strategi ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan tiga pilar utama: pertumbuhan tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial.*