BANDA ACEH — Kepolisian Daerah Aceh menegaskan pentingnya kemitraan antara Polri dan wartawan dalam menjaga keterbukaan informasi publik serta menangkal penyebaran hoaks, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.
Hal itu disampaikan Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Bidhumas Polda Aceh, AKBP M. Nuzir, dalam acara coffee morning bersama sejumlah jurnalis di Banda Aceh, Rabu (11/2/2026).
"Kemitraan antara Polri dan wartawan adalah untuk saling berbagi informasi guna mewujudkan keterbukaan informasi yang akurat kepada masyarakat," ujar Nuzir.
Baca Juga: Cegah Lowongan Palsu! Karirhub Jadi Satu Pintu Lowongan Kerja Terpercaya, Kemnaker Gandeng 8 Portal Swasta Dalam pertemuan yang berlangsung santai tersebut, jajaran Bidhumas Polda Aceh berdiskusi dengan jurnalis dari media cetak, radio, televisi, dan media daring.
Nuzir, yang didampingi Kompol Ferdi, mengatakan pertemuan informal semacam itu penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus bertukar informasi.
Ia menyoroti dominasi media sosial di era digital yang kerap memunculkan informasi tidak terverifikasi.
Menurut dia, masyarakat sering kesulitan membedakan antara informasi benar dan hoaks.
"Peran teman-teman wartawan sangat diharapkan. Dengan menyajikan berita yang akurat, hoaks bisa terbantahkan dengan sendirinya," katanya.
Nuzir juga menyinggung situasi Aceh yang baru saja dilanda bencana.
Dalam kondisi tersebut, kata dia, informasi yang tidak benar dapat memperburuk keadaan dan merugikan masyarakat, terutama mereka yang belum terbiasa memilah informasi.
Untuk memperkuat koordinasi, ia mengusulkan pembentukan wadah komunikasi atau grup diskusi antara Bidhumas Polda Aceh dan wartawan agar pertukaran informasi dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Melalui kemitraan tersebut, Polda Aceh berharap penyampaian informasi kepada publik dapat lebih akurat, edukatif, dan mampu meningkatkan literasi masyarakat dalam menghadapi arus informasi digital.*