JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menyediakan fasilitas representatif bagi organisasi Islam di Indonesia.
Dalam acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa dan pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025-2030, Sabtu (7/2/2026) di Masjid Istiqlal, Prabowo mengumumkan rencana pembangunan gedung baru MUI di Bundaran HI, Jakarta.
"Saya sebagai Presiden Republik Indonesia telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI seluas kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional serta lembaga dan ormas Islam yang membutuhkan ruangan," ujar Prabowo.
Baca Juga: Ekonomi Bali Tumbuh 5,82 Persen, Gubernur Koster Fokus Gunakan Data BPS untuk Pembangunan Rencana pembangunan gedung ini akan mencapai ketinggian empat puluh lantai, sesuai permintaan Imam Besar Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasruddin Umar.
Prabowo menekankan bahwa tinggi gedung akan disesuaikan kebutuhan kementerian dan organisasi terkait.
Langkah ini diharapkan meningkatkan efektivitas kinerja MUI serta lembaga Islam lainnya dalam melayani umat.
Menurut Prabowo, lokasi strategis di jantung ibu kota Jakarta akan memperkuat simbol kehadiran umat Islam di Indonesia.
"Masjid Istiqlal adalah lambang semangat bangsa Indonesia untuk melindungi segenap rakyatnya dan menjaga kedaulatan bangsa. Gedung ini bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi juga simbol penting bagi institusi umat Islam," tegas Presiden.
Kehadiran gedung MUI di Bundaran HI diyakini akan menjadi pusat aktivitas keagamaan, penguatan koordinasi organisasi Islam, serta memperkuat peran strategis MUI dalam membimbing umat secara nasional.*
(bb/ad)