JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar pengukuhan dan ta'aruf pengurus masa khidmat 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).
Acara ini menarik ribuan jemaah, dengan catatan resmi mencapai 58.647 orang berdasarkan data barcode gelang masuk, belum termasuk peserta yang datang tanpa barcode.
Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam kegiatan yang juga diikuti sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional.
Baca Juga: Prabowo Hadiri Munajat Bangsa dan Pengukuhan Pengurus MUI 2025-2030, Ribuan Jemaah Padati Masjid Istiqlal Di antara tamu yang hadir, terlihat Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Penasehat Presiden Bidang Haji dan Umrah Muhadjir Effendy, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menko Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menko Pangan Zulkifli Hasan, dan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono.
Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri PPPA Arifatul Choiri, Menteri Perhubungan Dody Purwagandhi, serta sejumlah pejabat tinggi negara seperti Kepala BIN Herindra, Kepala BGN Dadan Indrayana, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Kepadatan jemaah terlihat hingga lantai paling atas ruang utama Masjid Istiqlal.
Peserta datang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus rombongan.
Ketua Panitia Pengukuhan DPP MUI, Nusron Wahid, menyampaikan, acara ini merupakan simbol kebersamaan ulama, umara, dan umat untuk memperkuat persatuan bangsa.
"Dengan ta'aruf dan pengukuhan pengurus, kami berharap MUI dapat menjadi ruang kebersamaan yang menyejukkan sekaligus memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa," ujarnya.
Acara pengukuhan pengurus ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan "Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa", yang dipimpin oleh sejumlah ulama dan tokoh agama nasional, termasuk KH Abdul Manan Ghani, KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, dan Ustadz Abdul Somad.*
(d/dh)