JAKARTA — Pemerintah pusat bergerak cepat dan maksimal menangani dampak bencana yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan Aceh menjadi fokus utama karena mengalami kerusakan paling parah dibanding provinsi lain.
Baca Juga: Satpas SIM Polresta Denpasar Hadirkan Polantas Menyapa, Tingkatkan Pelayanan dan Edukasi Pemohon SIM "Dari hasil pemetaan, permasalahan terberat memang di Aceh, diikuti Sumatera Utara dan Sumatera Barat," kata Tito, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, indikator penentuan daerah terdampak paling parah dilihat dari jumlah desa yang terdampak bencana.Data pemerintah menunjukkan, dari total 1.564 desa terdampak di tiga provinsi, 1.455 desa berada di Aceh.
Sementara Sumut terdampak di 64 desa dan Sumbar sekitar 45 desa.
"Dari jumlah desa ini, sudah jelas peta magnitude-nya, bahwa Aceh mengalami dampak terberat," ujarnya.
Dalam upaya pemulihan, negara menurunkan ribuan personel dari TNI, Polri, BNPB, Basarnas, hingga sekolah kedinasan dan pemerintah daerah, total mencapai 88.319 orang di tiga provinsi.
Selain itu, alat-alat berat dan peralatan evakuasi lain juga dikerahkan, termasuk pesawat dan helikopter.
Tito menegaskan bahwa seluruh upaya ini menunjukkan komitmen negara untuk "all out" memulihkan Aceh pascagempa dan bencana lainnya.
Menurutnya, strategi penanganan bencana meliputi rehabilitasi infrastruktur, distribusi bantuan, dan rekonstruksi wilayah terdampak."Negara all out, alat-alat berat ribuan sudah dikirim, dan ini memberikan hasil nyata di lapangan," katanya.
Dengan fokus Aceh sebagai prioritas, pemerintah berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sembari tetap memperhatikan daerah terdampak lain di Sumatera.*