JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus bunuh diri yang menimpa seorang siswa SD di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pras menegaskan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dan meminta penanganan cepat kepada pihak keluarga korban.
"Oleh karena itu, Bapak Presiden menaruh atensi dan melalui kami meminta koordinasi agar ke depan hal-hal seperti ini dapat diantisipasi. Kita perlu meningkatkan kepedulian sosial di setiap level," ujar Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Prabowo Temui Eks Menlu dan Wamenlu Bahas Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Selama Tiga Jam, Ini Hasilnya Pras menjelaskan pemerintah telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Sosial untuk memberikan dukungan bagi keluarga korban dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Pemerintah juga menunggu hasil pendalaman dari kepolisian terkait penyebab kematian siswa tersebut.
"Penjelasan resmi mengenai faktor pemicu sebaiknya disampaikan aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat," tambahnya.
Mensesneg menyoroti kondisi sosial-ekonomi NTT yang memiliki tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di Indonesia.
Pras menegaskan pemerintah terus bekerja keras untuk memastikan tidak ada warga yang berada di bawah garis kemiskinan.
"Jika memang ini dipicu oleh faktor kemiskinan, pemerintah mendorong intervensi cepat agar semua warga yang rentan bisa terlindungi. Kepala desa dan kepala dusun terus melakukan monitoring penerima manfaat program sosial agar tidak ada yang terlewat," jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga mengajak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikdasmen) untuk meningkatkan peran sekolah dalam edukasi dan perhatian terhadap kesehatan mental siswa.
Pras menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar kasus serupa tidak terjadi lagi.
"Semua upaya kita coba cari supaya kejadian seperti ini tidak terjadi kembali," pungkasnya.*