JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, atau Gus Yahya, memberikan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto terkait strategi diplomasi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Pesan itu disampaikan Gus Yahya saat bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Akan Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030 di Istiqlal, 56 Ribu Jamaah Diperkirakan Ikut Serta Ia mewanti-wanti agar langkah diplomasi Indonesia tidak terjebak dalam arus kepentingan internasional yang berpotensi merugikan rakyat Palestina.
"Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden, sekaligus menitipkan pesan agar tidak mudah terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina," ujar Gus Yahya kepada awak media, Rabu (4/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menjelaskan kebijakan Indonesia yang lebih terukur dan progresif, termasuk partisipasi Indonesia dalam inisiatif Board of Peace yang digagas Amerika Serikat.
Meskipun terlibat, Gus Yahya menekankan bahwa Indonesia tetap harus menjaga konsolidasi dengan negara-negara Islam dan Timur Tengah agar posisi diplomasi benar-benar berpihak pada rakyat Palestina.
"Kami sepakat bahwa menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan semua bangsa adalah amanat proklamasi. Presiden menegaskan komitmen penuh untuk tetap waspada, menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza," tambah Gus Yahya.
Pesan PBNU ini menjadi pengingat bagi pemerintah agar diplomasi Indonesia tetap selaras dengan kepentingan Palestina, tanpa terjebak tekanan internasional yang kontraproduktif.*
(oz/dh)