JAKARTA– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah memberikan persetujuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminjam dana dari Pemerintah Spanyol.
Dana tersebut akan difokuskan pada peningkatan mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Indonesia.
Baca Juga: PBNU Tegaskan Komitmen Indonesia: Prabowo Diminta Waspada Agar Tidak Rugikan Palestina Hal ini diungkapkan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa (3/2/2026).
"Kami baru disetujui Bapak Presiden untuk mendapat pinjaman dari pemerintah Spanyol, dengan titik beratnya meningkatkan kesiapan mitigasi bencana hidrometeorologi basah," ujar Suharyanto.Menurut Suharyanto, keterbatasan anggaran BNPB selama ini menjadi kendala utama dalam menjalankan tugas pencegahan bencana.
Setiap tahun, anggaran BNPB untuk mitigasi hanya berkisar antara Rp17 hingga Rp19 miliar, angka yang dinilai sangat minim untuk wilayah se-ekstensif Indonesia.
"Meski terbatas, BNPB tetap memberikan peringatan dini, meski belum optimal. Contohnya, jika curah hujan di Kabupaten Bekasi mencapai 200 mm, kami baru bisa memberi informasi awal, tetapi belum dapat memberi arahan apakah warga perlu mengungsi," jelas Suharyanto.
Dengan adanya dukungan dana dari Spanyol, BNPB menargetkan peningkatan kapasitas sistem peringatan dini, sehingga pemerintah daerah dapat mengambil keputusan tepat waktu untuk evakuasi warga yang terdampak banjir atau tanah longsor.
Program pinjaman ini direncanakan berlangsung hingga 2029 dan akan diluncurkan mulai tahun 2026.
"Semoga dengan bantuan ini, kemampuan BNPB sebagai ujung tombak mitigasi bencana hidrometeorologi basah di Indonesia bisa meningkat secara signifikan," kata Suharyanto.*
(k/dh)