BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menyatakan statistik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan angka 0,008 persen, di tengah keraguan publik mengenai potensi keracunan dalam program berskala nasional tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin, 2 Februari 2026.
"Statistiknya 0,008. Artinya 99,99 usaha MBG harus dinyatakan berhasil," kata Prabowo.
Baca Juga: Ingin Wajah Indonesia Lebih Indah, Prabowo Ingin Semua Atap Rumah Diganti dari Seng ke Genteng Ia menyebut program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat.
Program tersebut dijalankan melalui 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, serta 13.829 dapur lain yang masih dalam proses pengajuan di berbagai daerah.
Menurut Prabowo, sejak diluncurkan, MBG telah memproduksi sekitar 3,7 miliar porsi makanan.
Ia menilai kekhawatiran mengenai potensi kegagalan program kerap dibesar-besarkan.
"Banyak yang meramalkan pasti gagal, akan ada ribuan keracunan," ujarnya.
Prabowo membandingkan risiko tersebut dengan kejadian yang bisa terjadi dalam aktivitas makan sehari-hari.
"Kita makan di resto saja bisa keracunan," kata dia.
Dalam paparannya, Prabowo juga menyebut program MBG mendapat perhatian dari luar negeri.
"White House mempelajari MBG kita," ucapnya, tanpa merinci lebih lanjut bentuk perhatian tersebut.