GAYO LUES, ACEH – Listrik di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, diperkirakan kembali menyala pada 4 Februari mendatang setelah sempat terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu akhir 2025.
Pengawas Lapangan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Blangkejeren, Rayyan Zaraary, mengatakan proses pemulihan infrastruktur kelistrikan terus dikebut.
"Untuk saat ini, kami fokus di Desa Pasir Putih. Target penyalaan gardu listrik insya Allah mudah-mudahan tercapai pada 4 Februari, jika tidak ada hambatan," ujar Rayyan, Sabtu (31/1).
Baca Juga: Blang Kejeren Bangkit! Gramedia Banda Aceh Salurkan Buku Pengayaan, Anak-Anak Gayo Lues Semangat Belajar Pascabencana Hingga saat ini, proses pemulihan layanan kelistrikan di Kecamatan Pining telah mencapai 73 persen.
Menurut Rayyan, prioritas utama adalah perbaikan gardu listrik sebelum aliran listrik ditarik ke rumah-rumah warga.
"Setelah trafo selesai, kami akan tarik ke rumah pelanggan. Namun, banyak warga yang sudah berpindah lokasi, sehingga kami masih menunggu informasi final mengenai keberadaan mereka," jelasnya.
Kerusakan infrastruktur di wilayah itu cukup parah.
Tiang dan kabel listrik banyak yang rusak atau hanyut terseret banjir, bahkan tertimbun material longsor.
Selain itu, akses jalan yang tertutup material longsor juga menjadi tantangan tim PLN.
Untuk mempercepat pemulihan, PLN menyiagakan 116 personel gabungan dari berbagai daerah seperti Aceh, Banten, Bangka Belitung, hingga Kalimantan.
Rayyan berharap seluruh wilayah Gayo Lues sudah bisa menyala 100 persen sebelum Ramadan.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan kerja kolaboratif lintas sektor telah menunjukkan kemajuan nyata di daerah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.