LANGKAT — Pemerintah Kabupaten Langkat menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI yang menyalurkan berbagai bantuan strategis bagi warga terdampak banjir di 16 kecamatan, Sabtu, 31 Januari 2026.
Penyerahan bantuan dipusatkan di Kecamatan Besitang, salah satu wilayah dengan dampak banjir terparah.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi VIII DPR RI terhadap penanganan pascabencana.
Baca Juga: Peduli Bencana Tapteng, Kwarcab Pramuka Kuansing Salurkan Bantuan Rp50 Juta dan Perlengkapan Sekolah untuk Warga Terdampak Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ansory Siregar bersama delapan anggota komisi lainnya.
Berbagai bantuan disalurkan melalui sejumlah kementerian dan lembaga.
Dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bantuan meliputi mobil water treatment, mobil dapur lapangan, kendaraan roda tiga, perahu dan mesin, tenda pengungsi dan tenda keluarga, pompa air, light tower, chainsaw, perangkat Starlink, genset, perlengkapan logistik, toilet portabel, serta alat kebersihan.
BNPB juga menyerahkan satu unit truk serbaguna senilai Rp803 juta.
Selain itu, Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan logistik bencana dan bantuan atensi dengan total nilai Rp461,4 juta.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut menyalurkan paket logistik keluarga serta bantuan pembangunan rumah ibadah Gereja Katolik St Paulus Pangkalan Brandan senilai Rp100 juta.
Kementerian Agama RI juga menyalurkan bantuan masing-masing Rp100 juta kepada Pesantren Nur Asri Abadan Kecamatan Stabat, Pesantren MA Ulumul Quran Kecamatan Stabat, dan Pondok Pesantren Hidayatul Islam Kecamatan Babalan.
Bupati Langkat Syah Afandin mengatakan kehadiran Komisi VIII DPR RI memberikan dukungan moral sekaligus bantuan konkret bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Ia menyebut bencana tersebut menyebabkan kerusakan rumah, lahan pertanian, serta terhentinya mata pencaharian warga.