BOGOR – Lions Club International LCJC Monas Entrepreneur 307-A1 menyelenggarakan kegiatan bakti sosial (baksos) di Desa Rancamaya, Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini difokuskan untuk membantu ibu-ibu dan keluarga kurang mampu dengan membagikan paket sembako, uang tunai, Alquran, dan tumbler.
Sebanyak 30 keluarga menerima paket sembako berisi beras 5 kg, gula pasir, minyak goreng, teh, dan biskuit Royal, serta tambahan uang tunai Rp100.000 dan kitab suci Alquran.
Baca Juga: Purbaya Buka Suara soal Dana Rp16,7 T untuk Dewan Perdamaian AS: “Bisa dari APBN” Kegiatan ini diketuai Presiden Heni Anggraini, dibantu Sekretaris Rika Rachmawati, Bendahara Andi Nilawati, IPP Linda Rheins, dan Lion Ir. Agung Karang.
Menurut Ir. Agung Karang, bakti sosial ini merupakan kegiatan rutin klub yang selaras dengan fokus bidang Feed Hunger (mengatasi kelaparan).
Presiden Heni Anggraini menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan meringankan beban hidup para ibu-ibu sekaligus menyiapkan bantuan menyambut bulan suci Ramadhan.
"Alhamdulillah hari ini Lions Monas Entrepreneur dapat melaksanakan kegiatan ini bersama ibu-ibu Rancamaya. Semoga bermanfaat dan dapat sedikit meringankan beban mereka," kata Heni Anggraini.
Lions Clubs International, organisasi pelayanan sosial terbesar di dunia yang berdiri sejak 1917 di Amerika Serikat, memiliki delapan bidang utama: Penglihatan, Diabetes, Kelaparan, Kanker Anak, Lingkungan, Pemberdayaan Pemuda, Bantuan Bencana, dan Kemanusiaan, dengan moto "We Serve".
Di Indonesia, Lions Club aktif sejak 1969, dan kini seluruh anggota nasional tergabung dalam Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307.
Selain kegiatan sosial, klub di tingkat lokal juga rutin menyelenggarakan pemeriksaan mata, donor darah, cek gula darah, dan program pembagian sembako untuk masyarakat kurang mampu.
"Senang bisa berbagi kebahagiaan dengan ibu-ibu Rancamaya, semoga Allah segera mengabulkan hajat kita semua," ujar IPP Linda Rheins.
Bakti sosial Lions Monas Entrepreneur 307-A1 ini menjadi bukti komitmen klub dalam membantu masyarakat dan mengatasi kerawanan pangan secara berkelanjutan.*