MEDAN — Manajemen PT Garuda Mas Perkasa membantah kabar yang menyebutkan adanya 35 korban jiwa dalam kebakaran pabrik sandal Swallow di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.
Perusahaan menegaskan hingga saat ini tidak ada laporan korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya Noviyanti, mengatakan informasi mengenai korban jiwa yang beredar luas di media sosial tidak benar.
Baca Juga: Pelantikan Rektor USU, Bobby Nasution Minta Keringanan Biaya Kuliah untuk Mahasiswa Terdampak Bencana "Sampai sejauh ini tidak ada korban jiwa. Informasi yang simpang siur itu tidak sesuai fakta," kata Maya kepada wartawan, Rabu, 28 Januari 2026.
Menurut Maya, saat kebakaran terjadi pada Selasa malam, 27 Januari 2026, sekitar 70 karyawan tengah berada di lokasi pabrik karena menjalani shift kedua.
Seluruh pekerja tersebut disebut dalam kondisi selamat. Total karyawan perusahaan berjumlah sekitar 225 orang.
Kebakaran menghanguskan hampir seluruh isi pabrik, termasuk bahan baku dan produk sandal yang siap dipasarkan.
Maya menyebut sebagian besar material yang terbakar merupakan barang berbahan karet sehingga api cepat membesar dan sulit dipadamkan.
Terkait penyebab kebakaran, pihak perusahaan mengaku belum dapat memastikan sumber api.
"Kami belum tahu dari mana asal api, awalnya hanya terlihat kepulan asap dari salah satu bagian pabrik," ujar Maya.
Hingga Rabu siang menunjukkan kepulan asap hitam masih terlihat di area pabrik.
Sejumlah mobil yang terparkir di sekitar bangunan turut terbakar. Petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan karena beberapa titik api belum sepenuhnya padam.