JAKARTA – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Wilayah Sumatera secara virtual dari Kantor Badan Penghubung Provinsi Sumut, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Rapat membahas strategi percepatan bantuan dan relokasi bagi warga terdampak di Sumut, Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar).
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa akurasi data dan kecepatan pendataan menjadi kunci keberhasilan pemulihan.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian: Rehabilitasi Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kemajuan Signifikan Ia menyampaikan arahan Presiden agar warga pengungsi di tenda darurat segera direlokasi dan tidak berlama-lama tinggal di hunian sementara.
"Perintah Presiden, warga yang mengungsi di tenda harus segera direlokasi dan tidak berlama-lama tinggal di tenda bencana. Perlu segera dilakukan upaya mengurangi warga yang tinggal di tenda ini," ujar Mendagri.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menargetkan pembangunan fisik hunian tetap (Huntap) dapat dimulai pada Februari mendatang, menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.
Ia juga mendorong keterlibatan pihak swasta untuk mendukung ekosistem Huntap, termasuk rumah ibadah, sekolah, dan fasilitas umum.
Selain pembangunan fisik, pemerintah melalui BNPB dan Kemensos menyiapkan bantuan jaminan hidup (Jadup) dan kompensasi tunai bagi para penyintas.
Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan bantuan diberikan secara bertahap sesuai kategori kerusakan rumah, serta jaminan hidup Rp450 ribu per jiwa per bulan selama tiga bulan.
"Bantuan Jadup digunakan untuk membeli lauk pauk bagi yang tinggal di hunian sementara atau di luar Huntara," kata Mensos.
Sementara itu, stimulan bantuan rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta.
Tambahan bantuan keluarga untuk perabotan dan penguatan ekonomi juga disalurkan sebesar Rp8 juta per keluarga.