MAKASSAR – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa SH, M.Hum, memanfaatkan kunjungannya ke Sulawesi Selatan untuk bersilaturahim dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Sabtu (24/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rektorat Lt. 17 Gedung Iqro Unismuh Makassar pada pukul 13.00 WITA ini menjadi momen strategis untuk membahas penanggulangan bencana di Aceh, khususnya banjir dan longsor.
Malik menekankan, penanganan bencana banjir dan longsor berbeda jauh dengan tsunami.
Baca Juga: Tito Karnavian Puji Gubsu dan Bupati Tapteng, Ubah Lumpur Sungai Jadi Tanggul Penahan Banjir "Kalau tsunami yang tertimbun pasir, lebih mudah dibersihkan. Tapi lumpur tanah liat dari banjir dan longsor sangat sulit diangkat. Sampai sekarang banyak rumah dan sekolah Muhammadiyah yang masih tertimbun lumpur, dan tidak jelas ke mana lumpurnya dibuang," ujar Malik saat diwawancarai via telepon oleh Bitvonline.
Dalam kesempatan itu, Malik juga menegaskan pentingnya penyaluran bantuan khusus bagi warga persyarikatan Muhammadiyah yang terdampak bencana.
Mengingat bulan Ramadan yang sebentar lagi tiba, ia mendorong penggalangan dana untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Untuk warga persyarikatan yang terdampak, lebih baik kita fokuskan bantuan melalui Muhammadiyah. Ini agar bantuan tepat sasaran dan cepat sampai ke masyarakat," katanya.
Pertemuan ini dihadiri Ketua PWM Sulawesi Selatan Prof. DR. H. Ambo Asse M.Ag dan Sekretaris PWM DR. Ir. H. Abdul Rakhim Nanda, ST, MT, IPU.
Malik menuturkan, silaturahim ini diharapkan melahirkan kesepakatan bersama untuk mendukung warga Muhammadiyah Aceh yang terdampak musibah, termasuk perbaikan rumah dan sekolah yang rusak.
"Kerjasama ini penting agar saudara-saudara kita bisa segera bangkit dari musibah," tambah Malik.*
(ad)