JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali ke Tanah Air pada Sabtu (24/1/2026) sore setelah melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Inggris, Swiss, dan Prancis.
Pesawat kepresidenan mendarat di Indonesia sekitar pukul 17.25 WIB dan Presiden Prabowo turun dari pesawat sekitar pukul 17.40 WIB dengan mengenakan baju safari krem, celana hitam, peci, dan kacamata hitam.
Setibanya di bandara, Presiden disambut sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca Juga: Ribuan Pendamping Desa Sumut Ngadu ke Ijeck Usai “Dipecat” Sepihak, SK Perpanjangan Diduga Dicurangi Sebelum meninggalkan bandara, Presiden Prabowo sempat berbincang singkat dengan para pejabat.
Dalam kunjungannya ke Inggris, Presiden Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III.
Pertemuan tersebut menghasilkan tiga kesepakatan strategis:- Komitmen investasi dari Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau setara Rp 90 triliun.- Penguatan kerja sama di sektor maritim.- Pembangunan 1.582 kapal nelayan yang diproduksi dan dirakit di Indonesia.
Selain itu, Presiden Prabowo juga fokus pada penguatan sumber daya manusia.
Ia bertemu dengan 24 profesor dari universitas-universitas ternama Inggris, termasuk King's College London, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh.
Melalui kerja sama ini, rencana pendirian 10 kampus baru di Indonesia dalam bidang kedokteran dan STEM (science, technology, engineering, mathematics) digagas untuk meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi di Tanah Air.
Di Swiss, Presiden Prabowo menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos dan menandatangani piagam sebagai bentuk partisipasi Indonesia dalam Dewan Keamanan (Board of Peace/BoP).
Sementara di Prancis, Presiden memenuhi undangan jamuan santap malam bersama Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée pada Jumat (23/1/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menekankan bahwa rangkaian kunjungan kerja ini memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama ekonomi, pendidikan, dan keamanan global, sekaligus memperluas jejaring diplomasi internasional Presiden Prabowo.*