SWISS — Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana meminta pemerintah Indonesia memastikan Dewan Perdamaian Gaza, gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tidak menjadi alat untuk mengusir warga Gaza dari tanah air mereka.
Hikmahanto menyoroti presentasi menjelang penandatanganan piagam Dewan Perdamaian Gaza di World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss, Kamis, yang disampaikan menantu Donald Trump, Jared Kushner.
Dalam presentasinya, Kushner mengungkapkan rencana transformasi besar-besaran Gaza, termasuk pembangunan kota baru dengan pencakar langit yang megah.
Baca Juga: Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO, Pakar Khawatir Sistem Kesehatan Global Melemah "Apakah rakyat Palestina di Gaza menyetujui hal ini? Bila mereka tidak menyetujuinya, jangan-jangan kota baru yang fantastis itu akan mencerabut rakyat Palestina dari akarnya," kata Hikmahanto, Jumat, 23 Januari 2026.
Akademisi UI itu khawatir transformasi semacam itu akan membuat warga Gaza sulit memperoleh tanah dan tempat tinggal yang terjangkau, sekaligus membuka peluang bagi pihak lain, termasuk warga Israel, untuk menguasai Gaza melalui kekuatan finansial.
Ia menekankan bahwa pembangunan suatu wilayah tidak boleh mengabaikan hak-hak penduduk yang telah mendiami tempat tersebut.
Hikmahanto juga mempertanyakan apakah rekonstruksi Gaza akan berjalan sesuai keinginan Israel yang sebelumnya gagal menguasai wilayah tersebut akibat perlawanan kelompok Hamas.
Menurutnya, langkah-langkah pembangunan kembali Jalur Gaza harus bertujuan pada terwujudnya kemerdekaan Palestina secara utuh.
"Semua ini harus mendapat kajian mendalam dari pemerintah Indonesia agar rekonstruksi Gaza benar-benar memanusiakan penduduknya dan menjadi jalan bagi kemerdekaan rakyat Palestina," ujar Hikmahanto.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto hadir menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza di sela-sela agenda WEF 2026, sehingga Indonesia resmi menjadi bagian dari organisasi tersebut.
Prabowo menyebut Dewan Perdamaian Gaza sebagai kesempatan bersejarah untuk mencapai perdamaian di wilayah itu, dan menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung kebaikan rakyat Palestina.*