ACEH TAMIANG — Banjir yang melanda Aceh Tamiang tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga mushaf Al-Qur'an di sejumlah masjid.
Untuk memuliakan kitab suci tersebut, ratusan Al-Qur'an rusak berhasil dikumpulkan oleh relawan AQL Laznas Peduli.
Pembina AQL Laznas Peduli, Ustaz Bachtiar Nasir, mengatakan pengumpulan mushaf dilakukan secara cepat dan sistematis agar Al-Qur'an yang rusak tidak dibuang sembarangan, terbakar, atau diinjak-injak.
Baca Juga: Pemprov Lampung dan Pramuka Salurkan Bantuan Rp500 Juta, Bantu Ringankan Beban Korban Banjir Aceh "Kami bekerja sama dengan tim relawan dari Pesantren Ibadurrahman Stabat yang dipimpin Ustaz Mukhsin. Mushaf rusak dikumpulkan dari masjid-masjid terdampak banjir, lalu dibawa ke pesantren untuk dimuliakan sesuai fatwa MUI," ujar Ustaz Bachtiar, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Muhammad Ilyas Sembiring, Project Pendidikan Wakaf Al-Qur'an AQL Laznas Peduli, jumlah mushaf yang dikumpulkan mencapai 350 eksemplar.
Beberapa masjid yang menjadi lokasi pengumpulan antara lain: Masjid Syuhada Desa Bundar (250 eksemplar), Masjid Al-Ikhlas Desa Tanah Terban (25 eksemplar), dan Masjid Taqwa Desa Sungai Liput (75 eksemplar).
Kondisi mushaf umumnya berlumpur, kertas menempel, dan hampir rata-rata gembung akibat terendam air.
"Pengumpulan dilakukan agar Al-Qur'an rusak bisa dimuliakan dan tidak tersia-siakan," tambah Muhammad Ilyas. Mushaf yang telah terkumpul diangkut ke pondok pesantren di Stabat, Sumatera Utara, untuk proses pemuliaan lebih lanjut.
AQL Laznas Peduli juga memastikan masjid yang kehilangan mushaf akan mendapatkan pengganti melalui program AQL Wakaf Quran, agar kegiatan ibadah masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Langkah ini sekaligus menjadi contoh bagaimana penanganan musibah bisa dilakukan dengan penuh kesadaran religius dan kepedulian sosial.*
(ds/dh)