MAKASSAR – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, SH., M.Hum, hadir sebagai pemateri dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Panti se-Indonesia yang berlangsung pada 23–25 Januari 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kehadirannya diapresiasi karena kontribusinya dalam mengembangkan model tata kelola panti asuhan yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan.
Silatnas Panti se-Indonesia merupakan forum strategis untuk memperkuat jejaring antar-pengelola panti dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: PSI Siapkan Posisi Terhormat untuk Rusdi Masse Usai Mundur dari NasDem, Sulsel Bisa Jadi “Kandang Gajah” Kedua Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengelolaan panti, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan anak yatim dan dhuafa.
Dalam materinya, Malik Musa menekankan pentingnya transformasi dan kemandirian panti asuhan.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan panti tidak boleh stagnan atau hanya mengandalkan pola bantuan tradisional.
"Panti harus mandiri dan memiliki unit usaha sendiri. Banyak bidang yang bisa dikembangkan, seperti tambak, peternakan, perikanan, hingga perkebunan," kata Malik Musa, mendorong pengelola panti untuk berani berinovasi.
Ia juga menekankan bahwa keberlanjutan panti sangat bergantung pada kemampuan mengelola sumber daya secara produktif dan profesional.
Dengan adanya unit usaha, panti tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga membuka ruang pembinaan keterampilan bagi anak-anak asuh, sehingga mereka memiliki kesiapan hidup yang lebih baik di masa depan.
Acara Silatnas ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan kualitas pengelolaan panti secara nasional.
Kolaborasi yang terbangun di Makassar diharapkan mendorong terciptanya panti asuhan modern, mandiri, dan mampu menjawab kebutuhan generasi penerus bangsa.*
(dh)