PANGKEP, SULAWESI SELATAN – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi enam jenazah terbaru korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Kamis (22/1/2026).
Dengan tambahan ini, total korban yang ditemukan menjadi delapan orang, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian.
Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, menyampaikan bahwa keenam jenazah ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari korban pertama, tersebar di lereng gunung yang curam dan berada sekitar 250 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Baca Juga: Kejaksaan Lelang Kapal Tanker MT Arman 114 Bermuatan Light Crude Oil di Batam "Kondisinya membengkak karena sudah enam hari berada di lokasi, sehingga tim di lapangan kesulitan melakukan identifikasi awal," kata Dody dari Posko Tompo Bulu, Kecamatan Balocci.
Evakuasi dilakukan menggunakan teknik vertical rescue atau jetring, dimana jenazah ditarik ke atas oleh tim rescue terlatih.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke Posko Tompo Bulu dan rencananya diterbangkan dengan helikopter menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel.
Bila cuaca tidak memungkinkan, evakuasi alternatif dilakukan melalui jalur darat.
Hingga Kamis (22/1), dua korban sebelumnya telah berhasil diidentifikasi.
Mereka adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono (33) dan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, Deden Maulana (43).
Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
Pesawat ATR 42-500 jatuh pada Sabtu (17/1) saat penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Pesawat membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang, yang sebagian merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.