JAKARTA— Pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusarung, Pangkep, Sulawesi Selatan, menemukan perkembangan baru.
Tim SAR Basarnas berhasil menemukan ponsel milik kopilot Farhan Gunawan.
Namun, tim mengungkapkan tidak terdengar adanya suara minta tolong maupun gerakan di lokasi penemuan.
Baca Juga: Sidang Nadiem Makarim Memanas, Jaksa dan Pengacara Berdebat soal Kamera "Tim kami yang menuruni tebing, yang menemukan barang ini, sama sekali tidak mendengar permintaan tolong atau suara apapun," kata Staf Search Mission Coordinator Basarnas, Arman, Selasa (20/1).
Proses pencarian melibatkan dua tim, satu berada di atas tebing dan satu tim lainnya menuruni tebing.
Arman menjelaskan, ponsel yang ditemukan sempat diserahkan kepada pacar korban, namun kini sudah diserahkan ke Polda Sulsel agar dapat dibuka secara resmi.
"Untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kehidupan, kami belum bisa mengatakan. Ponsel ini memang kami serahkan ke pihak kepolisian karena terkunci, sehingga perlu dibuka dengan prosedur resmi," ujarnya.
Pihak keluarga, Pitri Keandedes Hasibuan, menjelaskan bahwa ponsel korban terhubung dengan smartwatch milik Farhan.
Data dari smartwatch menunjukkan aktivitas hingga 13.647 langkah sejak pukul 18.00 WITA hingga 22.00 WITA pada Minggu (18/1).
Temuan ini menjadi bagian dari upaya pencarian intensif yang terus dilakukan tim SAR untuk memastikan keselamatan seluruh kru dan penumpang pesawat ATR 42-500.
Hingga saat ini, evakuasi dan investigasi masih berlangsung di lokasi jatuhnya pesawat.*
(d/dh)