JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membantah isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.
Menurut Prasetyo, sejauh ini tidak ada pembahasan atau rencana untuk mengubah susunan kabinet.
"Reshuffle? Reshuffle apa? Belum ada," kata Prasetyo, Senin (19/1/2026), saat ditanya wartawan usai menghadiri rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Juda Agung Mundur sebagai Deputi Gubernur BI, Presiden Prabowo Usulkan Keponakannya Gantikan Prasetyo menepis spekulasi terkait evaluasi posisi para pembantu presiden di kabinet. Ia menekankan, isu reshuffle yang beredar di publik belum dibahas secara resmi.
Sejak dilantik menjadi Presiden RI, Prabowo telah melakukan tiga kali reshuffle kabinet dalam kurun satu tahun, dengan total 17 pejabat diganti.
Reshuffle pertama berlangsung pada 19 Februari 2025, termasuk pergantian Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Soemantri Brojonegoro dengan Brian Yuliarto.
Perombakan kedua dilakukan pada 8 September 2025, dengan perubahan Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa dan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah.
Jilid ketiga reshuffle berlangsung pada 19 Juli 2025, saat Presiden Prabowo melantik 11 pejabat setingkat menteri hingga kepala lembaga di Istana Negara.
Prasetyo menegaskan, hingga saat ini, tidak ada agenda resmi reshuffle baru, sekalipun spekulasi tentang perombakan kabinet kembali mencuat di publik.*
(bs/ad)