JAKARTA — Nama Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sekaligus keponakan Presiden RI Prabowo Subianto, diusulkan menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) menyusul pengunduran diri Juda Agung.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan pengusulan tersebut.
"Ada beberapa nama dan yang salah satu nama diusulkan memang Pak Wamenkeu, Pak Tommy," kata Prasetyo, Senin (19/1/2026), tanpa merinci dua calon lainnya.
Baca Juga: Kemacetan Akibat Parkir Liar, Komisi III DPRK Banda Aceh Turun Tangan Pengusulan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Setelah surat presiden diterima, DPR akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Gubernur BI.
Thomas lahir pada 7 Mei 1972 di Jakarta. Ia merupakan politisi Partai Gerindra dan menjabat Bendahara partai.
Ayahnya, Soedrajad Djiwandono, pernah menjabat Gubernur BI dan kini mengajar di Nanyang Technological University, Singapura.
Thomas menempuh pendidikan S1 Sejarah di Haverford College, AS, dan S2 Hubungan Internasional serta Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University, AS.
Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan, lalu beralih menjadi analis dan konsultan, termasuk menduduki posisi CEO di Comexindo Internasional dan Deputy CEO Arsari Group.
Dalam dunia politik, Thomas berperan penting pada Pilpres 2014 saat Prabowo maju bersama Hatta Rajasa, menangani logistik tim sukses Koalisi Merah-Putih.
Ia dilantik menjadi Wamenkeu pada era Presiden Joko Widodo (18 Juli 2024) dan kembali menjabat setelah Prabowo menjadi Presiden RI (21 Oktober 2024).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif pengusulan Thomas.