JAKARTA — PT PLN (Persero) melaporkan hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik setelah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.
Sebanyak 6.432 desa, atau sekitar 98,9 persen, kini sudah tersambung kembali ke jaringan listrik, sementara 68 desa atau 1,04 persen masih mengandalkan pasokan listrik dari genset darurat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pemulihan listrik dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan menekankan kecepatan, ketepatan, dan keselamatan masyarakat.
Baca Juga: Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Evakuasi Dilakukan Jalur Darat "Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala," ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Senin (19/1).
Kendala utama terdapat pada desa-desa yang masih gelap, tersebar di delapan kabupaten, antara lain Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Jalur transportasi yang putus akibat longsor dan kerusakan jembatan mempersulit mobilisasi alat berat dan material listrik.
Untuk menjaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan, Program 1.000 Genset dari Kementerian ESDM menyalurkan pasokan listrik sementara di desa-desa yang belum teraliri jaringan permanen.
General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menekankan bahwa keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan.
Hingga pertengahan Desember 2025, sistem kelistrikan utama Aceh telah pulih sepenuhnya, ditandai dengan beroperasinya seluruh gardu induk, pembangkit, dan jaringan transmisi.
Pemulihan ini menjadi fondasi penting percepatan distribusi listrik ke desa-desa di seluruh provinsi.
PLN juga terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam membuka akses menuju lokasi-lokasi terisolir.
"Petugas kami di lapangan terus bersiaga, begitu akses memungkinkan, tim teknis langsung masuk memperbaiki tiang dan kabel yang roboh akibat bencana," kata Eddi.*