PIDIE JAYA, ACEH – Sepekan setelah banjir bandang melanda pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, warga terdampak masih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena belum ada kepastian hunian sementara maupun permanen.
Muntasir, warga Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, mengungkapkan, rumah keluarganya hanyut terseret arus sungai ketika banjir bandang melanda akhir November 2025.
Kini, Muntasir dan warga lainnya tinggal di tenda darurat yang didirikan di desa tetangga, Sarah Mane. Sebelumnya, mereka sempat menumpang di masjid setempat.
Baca Juga: Sepekan Pasca-Banjir, BNPB: 90 Persen Jalan Utama Aceh Tamiang Sudah Aman "Hingga saat ini, kami belum mendapatkan kepastian kapan dipindahkan ke hunian yang layak. Sekitar 20 rumah di desa kami rusak parah atau hanyut," kata Muntasir, Sabtu (17/1/2026).
Selain rumah, jembatan penghubung ke desa tetangga juga rusak.
Namun, pihak terkait telah membangun jembatan darurat dari batang kelapa yang bisa dilewati mobil ukuran sedang.
Muntasir menambahkan, pembangunan hunian sementara korban banjir terkendala ketersediaan lahan.
Ia berharap masalah ini segera diselesaikan, terutama menjelang bulan puasa, agar warga dapat menunaikan ibadah dengan nyaman.*
(an/dh)