JAMBI – Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menyatakan keprihatinan atas insiden adu jotos antara seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur dengan siswanya yang berujung pada saling laporan ke polisi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi, Umar, mengatakan pihaknya awalnya berharap kasus ini bisa diselesaikan secara damai agar tidak berdampak pada dunia pendidikan.
"Mengenai aksi saling lapor itu, kita sudah mengetahuinya. Sebenarnya kita sangat menyayangkan insiden ini berujung ke polisi. Kita berharap kejadian ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak berdampak pada jam belajar di sekolah," kata Umar, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga: Tak Terima Nama Baik Tercemar, Guru di Jambi Laporkan Siswa Pelaku Kekerasan Menurut Umar, kedua belah pihak sebelumnya sudah bertemu dalam pertemuan bersama Forkompimcam dan Komite Sekolah, dengan tujuan menyelesaikan masalah secara damai.
Namun, ia mengaku kaget ketika guru kemudian melapor ke polisi, yang kemudian diikuti laporan dari siswa.
"Kamis kemarin kami sudah bertemu semua pihak, semuanya sudah kumpul. Hanya saja guru diwakili Komite Sekolah. Dalam pertemuan itu diputuskan semua berjalan damai, tapi setelah itu kami kaget kasus ini berlanjut ke polisi," ujar Umar.
Disdik Jambi menekankan pentingnya penyelesaian secara kekeluargaan agar kasus tidak berdampak buruk pada proses belajar mengajar.
Umar menambahkan, pihaknya telah turun ke sekolah untuk memastikan kegiatan belajar berjalan aman dan kondusif.
"Pak Gubernur menekankan agar kasus ini diselesaikan secara damai dan tidak terulang lagi. Selain itu, kami juga memastikan proses belajar mengajar tidak terdampak. Alhamdulillah, semua berjalan baik," pungkas Umar.*
(d/dh)