BANYUWANGI – Sebuah video yang menampilkan biduan berjoget dengan pakaian minim saat peringatan Isra Miraj di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, menjadi sorotan masyarakat.
Video yang tersebar melalui pesan berantai WhatsApp ini memicu berbagai komentar kecewa dari warganet dan organisasi keagamaan setempat.
Ketua panitia acara, Muhammad Hadiyanto, menyatakan permohonan maaf atas insiden tersebut.
Baca Juga: TNI AL Gelar Penataran Katpuan Ter Tersebar 2025 di Denpasar, Dorong Profesionalisme Personel Teritorial "Atas nama pribadi dan sebagai ketua panitia, saya memohon maaf sebesar-besarnya," kata Hadiyanto, Jumat (16/1/2026).
Hadiyanto menjelaskan bahwa aksi biduan berjoget terjadi setelah acara Isra Miraj resmi selesai.
Menurutnya, seluruh undangan dan kiai telah meninggalkan lokasi, dan kegiatan tersebut digelar murni untuk menghibur panitia yang sedang melakukan bersih-bersih pasca acara.
Peristiwa ini menjadi perbincangan di media sosial dan mendapat tanggapan dari beberapa ormas Islam di Banyuwangi, termasuk MUI setempat, yang menekankan pentingnya menjaga kesakralan acara keagamaan.
Panitia berharap permintaan maaf dan penjelasan yang diberikan dapat diterima masyarakat, serta menjadi pelajaran bagi penyelenggara acara keagamaan di masa mendatang.*
(k/dh)