ACEH TIMUR – Hunian sementara (Huntara) tahap pertama di Desa Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, resmi rampung pada Jumat (16/1/2026).
Huntara dibangun di atas tanah milik korban banjir dan difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, secara simbolis menyerahkan kunci hunian kepada warga yang terdampak.
Baca Juga: Aceh Masih Darurat, Ribuan Keluarga Bertahan di Huntara Dua Bulan Setelah Banjir "Pembangunan Huntara juga sedang berlangsung di 19 kecamatan lainnya," kata Iskandar.
Selain itu, rumah contoh dibangun di masing-masing kecamatan agar pengungsi dapat melihat langsung tipe hunian yang akan ditempati.
Huntara dibagi menjadi dua model, yakni huntara komunal atau bersama, dan huntara insitu yang dibangun di tanah masing-masing korban.
Dalam kesempatan itu, Iskandar menegaskan bahwa pemerintah melibatkan tim verifikasi data yang terdiri dari BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kejaksaan, dan Kepolisian.
Tujuannya memastikan setiap bantuan diterima oleh warga yang berhak.
"Yang menjadi hak warga akan tetap diberikan sesuai ketentuan. Kami juga mengajak masyarakat proaktif berkomunikasi dengan kepala desa agar tidak ada yang terlewatkan," ujar Bupati.
Upaya ini diharapkan mempercepat pemulihan pasca-banjir dan memastikan bantuan tepat sasaran bagi seluruh korban di Aceh Timur.*
(k/dh)