JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.
Total 1.209 unit hunian sementara sedang dibangun untuk memastikan masyarakat tidak lagi tinggal di tenda pengungsian menjelang Ramadan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan percepatan pembangunan hunian ini dalam rapat koordinasi bersama Kemendagri, Jumat (16/1) di Jakarta.
Baca Juga: Jalan Vital Haranggaol Rusak, Pemerintah Kabupaten Simalungun Gerak Cepat "Kami bekerja keras agar pada saat Ramadan, warga sudah bisa menempati hunian yang layak, bukan lagi tenda. Ini prioritas kami," ujar Dody.
Hunian ini akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti dapur umum, area cuci, musala, dan sarana sanitasi memadai.
Pembangunan tersebar di beberapa wilayah, antara lain:
- Aceh Tamiang: 83 unit sudah mulai dibangun.- Aceh Utara: 400 unit, ditargetkan selesai 15 Februari 2026.- Bener Meriah: 480 unit, progres awal baru 5%.- Tapanuli Selatan, Sumut: 245 unit, target rampung 15 Februari 2026.
Dody menegaskan bahwa modul hunian yang digunakan telah teruji di berbagai bencana sebelumnya, termasuk tsunami Aceh, bencana di Semeru, dan Palu.
Menurutnya, hunian ini tidak hanya cepat dibangun, tapi juga layak huni dan aman bagi pengungsi.
"Kami ingin warga bisa menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Pembangunan hunian ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk pemulihan pasca-bencana secara cepat dan menyeluruh," tambah Dody.
Pemerintah berharap percepatan hunian ini memberi kepastian dan keamanan bagi ribuan warga terdampak, sekaligus mendorong pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah bencana.*
(d/dh)