ACEH UTARA – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, memimpin kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara, Kamis (15/1).
Langkah ini menjadi strategi pemerintah untuk memulihkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Amran tiba melalui Bandara Malikussaleh, didampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediaty Haryadi (Titiek Soeharto), anggota DPR RI lainnya, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM, unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Utara, serta perwakilan kelompok tani dan tokoh masyarakat.
Baca Juga: Rp78,5 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang terus mengalir sejak awal bencana.
Bantuan pangan dikirim melalui berbagai moda transportasi: pesawat, kapal TNI AL, hingga ratusan truk dari Medan.
Total bantuan mencapai ribuan ton pangan, termasuk 9,7 ton lewat Airbus A-400, 120 ton via KRI Banda Aceh (593), 330 ton melalui KRI Surabaya (591), 140 ton KRI Makassar (590), dan sekitar 430 ton melalui 200 truk.
Menteri Pertanian menegaskan dukungan pemerintah pusat tidak berhenti pada tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan dan pembangunan kembali sektor pertanian.
Selain bantuan pangan, Kementerian Pertanian menyalurkan pupuk urea, benih padi, traktor roda dua, dan traktor roda empat.
Program rehabilitasi akan difokuskan pada sawah rusak ringan hingga sedang (90–95 persen), agar petani dapat segera menanam kembali.
Skema ini berbasis padat karya, memungkinkan petani terlibat langsung dan memperoleh penghasilan selama proses pemulihan.
Groundbreaking ini menandai langkah jangka panjang pemerintah untuk membangkitkan sektor pertanian Aceh pascabencana, menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani.*
(dh)