TAKENGON – Akses jalan dari Kampung Berawang menuju Kampung Kekuyang, Kecamatan Ketol, terputus total akibat banjir dan tanah longsor pada 26 Desember 2025 lalu.
Kondisi ini memaksa relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan mahasiswa Universitas Mahakarya Muhammadiyah Aceh (UMMAH) menempuh medan ekstrem untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.
Baca Juga: Bobby Nasution Blak-blakan: Launching Meriah, Tapi Warga Binjai Gagal Nikmati UHC Prioritas Relawan menggunakan sling untuk menyeberangi sungai setiap hari, sambil mengantarkan tim medis dan obat-obatan ke posko kesehatan setempat.
"Kami relawan, dalam membantu tim medis, menggunakan sepeda motor untuk berkunjung ke posko. Setiap harinya kami menyebrangi sungai dengan menggunakan sling untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Mulyadi Aramiko, relawan mahasiswa UMMAH Aceh Tengah.
Selama 10 hari bertugas di Puskesmas Kekuyang, rata-rata penyakit yang ditangani adalah gatal-gatal, batuk, dan demam, terutama menyerang anak-anak dan lansia yang tinggal di pos pengungsian.
Dr. Ziyaad dari RS PKU Yogyakarta menekankan, pola tidur dan makan yang buruk memperparah kondisi kesehatan warga.
"Sepeninggal kami nanti, diharapkan Puskesmas Kekuyang dapat kembali aktif melayani masyarakat seperti sedia kala," tambahnya.
Ketua POSKORDA Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Tengah, Yan Budianto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan dan tim medis yang telah membantu masyarakat di dataran tinggi Gayo.
Pada Kamis (15/1/2026), dua tim medis dari RS PKU Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masing-masing bertugas di Kampung Kekuyang dan Kecamatan Rusip, dengan jumlah total 30 relawan.
"Semoga Allah SWT membalas kebaikan saudara-saudara sekalian. Terima kasih banyak telah membantu masyarakat Takengon yang terdampak banjir dan tanah longsor," ujar Yan Budianto.
Kisah para relawan ini menjadi bukti nyata dedikasi masyarakat Muhammadiyah dalam memberikan layanan kemanusiaan di tengah bencana, sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam di dataran tinggi Aceh.*