JAKARTA - Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol Purn. Dharma Pongrekun, akhirnya buka suara terkait namanya yang viral setelah di-roasting komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand-up comedy spesial bertajuk Mens Rea.
Alih-alih tersinggung, Dharma justru merasa senang karena namanya disebut berdampingan dengan tokoh-tokoh penting, seperti Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-7 Joko Widodo, hingga Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.
"Sesuatu itu tergantung sudut pandang kita. Kalau saya anggap ini sebagai berkah. Siapa saya digabungkan dengan Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran, Pak Jokowi, Ibu Mega. Saya bisa dimasukin di situ, senang saya," ujar Dharma, dikutip dari Ngaji Roso (YouTube), Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Usai Tinjau IKN, Prabowo Pastikan Pembangunan Menuju Ibu Kota Politik 2028 Tetap Lancar Dharma menambahkan, keluarganya di kampung halaman, Palu, Sulawesi Tengah, juga ramai menghubunginya karena viralnya materi tersebut.
"Senangnya apa? Saya punya saudara-saudara di kampung, 'Wih om (Dharma) ada di situ'," ucapnya.
Namun, Dharma mengaku cukup bingung dengan salah satu lelucon Pandji yang melakukan gestur menjilat jari, yang menurut rekan-rekannya sering diartikan sebagai sindiran orientasi seksual.
"Ah serius? Saya ingin cari tahu apakah itu tanda gay. Karena sebenarnya saya enggak apa-apa, tapi kok ada mimik yang nggak keren," ujarnya.
Selain itu, Dharma Pongrekun menyatakan keinginannya untuk bertemu Pandji agar bisa berdiskusi lebih jauh mengenai pandangannya soal Covid-19.
Mantan calon gubernur Jakarta ini ingin menjelaskan alasan ia tidak takut dan memilih tidak divaksin saat pandemi.Rekam Jejak Dharma PongrekunDharma Pongrekun lahir di Palu, Sulawesi Tengah, 12 Januari 1966. Ia menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1988 dan mengakhiri kariernya sebagai Komisaris Jenderal Polri pada 2024.
Dalam perjalanan kariernya, Dharma menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Pamen Polda Bengkulu, Kasubbag Anevopswil Bareskrim, Dirtipidnarkoba Bareskrim, hingga Wakil Kepala BSSN pada 2019–2021.
Setelah pensiun, Dharma sempat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024 melalui jalur independen. Ia memperoleh 459.230 suara dan gagal melanjutkan kontestasi.
Dalam Mens Rea, Pandji menyebut Dharma sebagai calon gubernur independen yang tidak diusung partai manapun. Pandji juga menyinggung keberanian Dharma menghadapi Covid-19 tanpa vaksin.