MEDAN — Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara.
Hingga saat ini, sebanyak 118 unit huntara telah rampung dibangun dari target keseluruhan 866 unit yang tersebar di tiga kabupaten: Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.
Kepala
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, memaparkan progres pembangunan dalam rapat koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: SIMANTAP SUMUT Diresmikan, Proses Administrasi Surat Pemprov Sumut Lebih Cepat "Meskipun sampai hari ini yang jadi belum banyak, tapi mudah-mudahan dengan sisa waktu yang ada ini bisa meningkat," ujar Suharyanto.
Progres Huntara di Tiga Kabupaten
- Tapanuli Utara: 15 unit dari target 40 unit di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting.
- Tapanuli Selatan: 103 unit telah selesai dari target 802 unit, tersebar di Desa Simarpinggan, Desa Napa, Desa Simatohir, Desa Air Latung, dan Desa Tolang Julu.
- Tapanuli Tengah: dari target 209 unit, baru 24 unit yang sedang dikerjakan secara fisik, mencakup Kelurahan Tukka, Desa Aloban, Kawasan Eks Golf Pandan, dan Kelurahan Bona Lumban.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Sumut Bobby Nasution, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta sejumlah kepala daerah se-Sumatera Utara.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat pembangunan huntara agar warga terdampak dapat segera menempati hunian layak dan aman, sebelum memasuki fase rehabilitasi jangka panjang.*
(k/dh)