MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan seluruh korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara dapat menempati hunian sementara (huntara) sebelum Ramadan 2026.
Sebagian warga juga ditargetkan sudah bisa masuk ke hunian tetap (huntap) pada periode yang sama.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, hingga saat ini terdapat rencana pembangunan 1.049 unit huntara dan 5.951 unit huntap di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara.
Baca Juga: Masinton Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Pascabencana Pembangunan hunian tersebut tersebar di tujuh kabupaten dan kota.
"Targetnya sebelum puasa masyarakat sudah masuk ke huntara dan sebagian ke hunian tetap," kata Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan pascabencana di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin, 12 Januari 2026.
Suharyanto menjelaskan, hanya tiga kabupaten yang mengajukan pembangunan huntara, yakni Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 40 unit, Tapanuli Tengah 209 unit, dan Tapanuli Selatan 800 unit.
Daerah lain memilih skema bantuan dana pengungsian bagi warga dengan rumah rusak berat.
Adapun pembangunan huntap, kata Suharyanto, saat ini rata-rata sudah berjalan sekitar 20 persen.
BNPB menerapkan dua skema pembangunan hunian tetap, yakni relokasi terpusat dan relokasi mandiri.
Untuk relokasi mandiri, warga diperbolehkan menentukan lokasi tanah, sementara pembangunan rumah tetap dilakukan oleh BNPB.
"Bagi masyarakat yang tidak ingin direlokasi ke lokasi terpusat, kami beri opsi relokasi mandiri dengan syarat lahannya jelas," ujar Suharyanto.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah skema bantuan lain bagi korban bencana.