TARUTUNG, SUMATERA UTARA – Akses di ruas jalan Tarutung–Sibolga, Sumatera Utara, kini mulai pulih dan kembali dapat digunakan masyarakat, setelah sebelumnya terdampak bencana alam yang menyebabkan tertimbunnya badan jalan.
Hal ini disampaikan oleh Executive Vice President Sekretaris PT Hutama Karya (Persero), Mardiansyah, Senin (12/1/2026).
"Pembukaan kembali akses ini memberikan manfaat langsung bagi mobilitas harian warga, aktivitas ekonomi, serta distribusi kebutuhan pokok di wilayah terdampak," kata Mardiansyah.
Baca Juga: Sore Ini Gempa 3,2 SR Guncang Padang Lawas, Masyarakat Tenang, Tidak Ada Tsunami Penanganan tanggap darurat ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Hutama Karya untuk memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana.
Mardiansyah menegaskan bahwa langkah ini hanyalah awal sebelum dilakukan perbaikan permanen.
Koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan jalan di Sumut semakin aman dan andal.
Ruas Tarutung–Sibolga memiliki panjang 69 kilometer dan melintasi sejumlah titik strategis, termasuk Adiankoting, Meranti, Simpang 3 Rampa, Mardame, Pagaran Lambung II, Dolok Nauli, hingga Sitahuis. Jalan ini menjadi penghubung vital Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.
Hingga 4 Januari 2026, tim tanggap darurat Hutama Karya telah menurunkan 72 personil, termasuk operator alat berat, tim HSE, dan tenaga pendukung.
Berbagai alat berat seperti excavator PC300 dan PC200, wheel loader, dump truck, bulldozer, dan smooth vibro roller digunakan untuk pembersihan jalan, pelebaran badan jalan, serta pembukaan akses yang tertimbun longsor.
Selain itu, tim juga melakukan pengambilan data LiDAR dan investigasi tanah di 103 titik sebagai dasar penanganan lanjutan, pemasangan safety line, serta pembuatan matras pada titik rawan longsor.
Semua pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan warga, kondisi cuaca, dan lingkungan sekitar.
Dengan pembukaan kembali jalan Tarutung–Sibolga, masyarakat dan pengguna jalan dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik dan kebutuhan pokok di Sumut.*