MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengumumkan pergeseran anggaran APBD 2026 senilai Rp 430,5 miliar untuk mendukung pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah.
Anggaran ini akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan komunikasi-informatika.
Dalam rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yang digelar di Kantor Gubernur Sumut, Senin (12/1/2026), Bobby menjelaskan rinciannya.
Baca Juga: Pemprov Aceh Tahan Evaluasi APBK Langsa 2026, Dokumen Belum Sesuai Aturan Bidang Infrastruktur menerima alokasi terbesar, yakni Rp 275,1 miliar, mencakup pembangunan jembatan, tanggul, normalisasi sungai, serta rehabilitasi rumah korban.
"Anggaran ini kita geser dari sejumlah dinas agar bisa cepat dimanfaatkan untuk perbaikan dan pemulihan pasca bencana," ujar Bobby Nasution.
Bidang Pendidikan turut menjadi prioritas.
Pemprov menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa SMA/SMK/SLB terdampak bencana di lima daerah: Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Langkat.
Pergeseran anggaran untuk pendidikan mencapai Rp 21,8 miliar, termasuk perbaikan sekolah yang rusak senilai Rp 15,1 miliar.
Bidang Kesehatan juga mendapatkan perhatian.
Anggaran semula untuk revitalisasi RS Mata dan bus kesehatan bergerak senilai Rp 6,9 miliar digeser untuk perbaikan rumah sakit, puskesmas, dan layanan kesehatan yang terdampak bencana.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang hadir dalam rapat menekankan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Data yang disampaikan Gubernur cukup ringkas dan bagus. Namun percepatan pembangunan huntara, huntap, serta peningkatan ekonomi warga harus terus dilaksanakan," katanya.